Cerita Dewasa Menggoda Birahi Adik Iparku

27769 views

Cerita Dewasa Menggoda Birahi Adik Iparku – Kali ini aku akan menceritakan kejadianku yang tak bisa terlupakan bersama kakak ipar. Pada waktu itu rumah kami kedatangan tamu dari Jakarta. Mbak Leni, kakak tertua istriku. Dia datang ke Surabaya karena ada tugas kantor, dia mengikuti seminar di kantor pusat sebuah Bank Pemerintah. Mbak Leni merupakan kepala cabang di Jakarta.

Cerita Dewasa Menggoda Birahi Adik IparkuDaripada dia menginap di Hotel mendingan menginap di rumah kami. Soalnya rumah kami gak begitu jauh dengan kantor pusat tempat mbak Leni ikut seminar. Selama seminggu dia menginap di rumah kami.

Usia mbak Leni 40 tahun, dia seorang janda memiliki dua anak. Suaminya sudah meninggal sejak 2 tahun lalu karena kecelakaan. Meskipun usianya tak lagi muda tapi wajah masih kelihatan cantik dan bodynya masih kelihatan kenceng. Mungkin karena sering dirawat.

Kalau aku bilang mbak Leni sih orangnya anggun dia cenderung diam. Selama di Surabaya setiap ada kesempatan kami berdua mengajak mbak Leni jalan-jalan. Maklum ini merupakan kunjungan pertamanya di Surabaya. Biasanya kami ke mall untuk sekedar cuci mata. Tapi kali ini kami berencana untuk hari sabtu akan jalan-jalan ke taman kota.

Pas hari sabtu tiba, istriku ada tugas mendadak dari kantornya, dia harus mengawasi pameran di Mall terbesar di Surabaya. Tapi istriku tetap memintaku agar tetap mengantar mbak Leni jalan-jalan meski tanpa dia, nanti pulangnya bisa sekalian jemput dia di Mall tersebut.

Sebetulnya agak malas kalau gak ada istriku, aku merasa risih harus jalan berdua bersama mbak Lena karena orangnya pendiam.

Pagi-pagi sekali dia berangkat di jemput mobil dari kantornya. Saat dia sudah berangkat aku di rumah sendirian, sementara mbak Leni jalan-jalan pagi. Sambil menunggu mbak Leni aku kembali tiduran. Kami berencana akan jalan jam 10 pagi.

Cerita Dewasa Menggoda Birahi Adik Iparku – Pikiranku tiba-tiba melayang membayangkan kakak istriku ini. Mbak Leni sangat menarik perhatianku secara sexual. Pikiran jelekku mulia keluar. Aku berpikir untuk menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan mbak Leni. Mumpung ada kesempatan. Dasar pikiran kotor selalu mencari kesempatan untuk menggoda.

Akupun langsung mengatur strategi untuk menjebaknya. Aku segera bangkit untuk mandi. Dengan hanya melilitkan handuk di setengah badanku aku menunggu mbak Leni pulang dari olahraga paginya. Sekitar 15 menit aku menunggu di ruang tamu, begitu kulihat dari balik korden, mbak Leni memasuki pagar rumah. Sengaja pintu rumah kututp tapi tak terkunci.

Aku bergegas masuk kamarku dan segera memasang jebakan untuk mengfejutkan mbak Leni. Di kamar aku telanjang bulat. Pintu kamar sengaja kubuka lebar, jendela kamar juga sengaja aku buka biar isi kamar mendapat sinar sehingga bisa terlihat jelas.

Aku mendengar mbak Leni sudah masuk rumah dan menutup pintunya kembali. Aku langsung mulai beraksi. Dengan telanjang bulat aku menunggu mbak leni lewat depan kamarku berharap dia melihat tubuhku dan melihat batang penisku yang sudah tegang sedari tadi.Cerita Dewasa

Handuk kututupkan ke kepala seolah-olah sedang mengeringkan rambutku yang masih basah sehabis keramas. Aku berpura-pura tak menyadari kehadiran mbak Leni. Dari balik handuk yang kusibak sedikit, aku melihat tubuh mbak Leni melintas di depan kamarku. Aku yakin mbak Leni pasti melihatku yang sedang telanjang bulat dengan batang kontol yang sudah tegang.

Nafsuku semakin bergejolak ketika dia berhenti terpaku di depan kamarku. Aku masih memainkan aktingku, kugosok-gosok rambutku dan pura-pura tak tau kalau ada orang di depan pintu kamarku.

Beberapa detik kemudian trik berikutnya kujalankan, handuk kuturunkan dan menengok kearah pintu kamar. Aku berpura-pura kaget

“Aduh maaf mbak, aku kira gak ada orang…” kataku sambil meringis seraya mendekati pintu kamar seolah-olah mau menutupnya. Namun aku tidak berusaha untuk menutup batang kontolku, kubiarkan dia terdiam memandangi tubuh telanjangku yang mendekat ke arahnya.

Dengan tenang aku berjalan seolah-oalah aku memakai pakaian lengkap, kudekati mbak Leni dan meminta maaf untuk sekali lagi.

“Maaf ya mbak, gak tahu kalau mbak sudah pulang…soalnya aku kebiasaan seperti ini” kataku sambil berusaha menutup pintu kamar.

Seperti tersadar mbak Leni berlalu dari hadapanku dan berkata

“Oh…iya gakpapa kog…” sambil berjalan menuju kamarnya. Akupun lantas memakai celana pendek tanpa CD dan memakai kaos. Segera kumenuju kamar mbak Leni dan mengetuk pintunya.

“Iya sebentar” katanya dari dalam kamar setelah mendengar ketukanku.

“Ada apa Faisal?” katanya lagi setelah membuka pintu. Kulihat dia tak berani menatapku, mungkin karena malu.

“Sekali lagi maafkan aku mbak atas kejadian tadi, aku lupa kalau ada mbak Leni di rumah ini” kataku bersandiwara.

“Iya gakpapa kog, aku Cuma gak enak aja, aku jadi malu melihat kamu telanjang tadi” katanya tanpa sedikitpun melihat kearahku.

“Kenapa mesti malu mbak, kan mbak lihatnya gak sengaja, lagian mbak kan sudah pernah menikah jadi sudah pernah melihat barang yang tegak-tegak seperti punyaku tadi” kataku memancing reaksinya.

“Mbak tadi kaget bukan kepalang begitu melihatmu dan yang membuat mbak malu, aku terpaku di depan kamarmu. Jujur saja semenjak suamiku meninggal mbak tak pernah lagi melihat barang itu lagi” terangnya sedih sambil berjalan menuju temat tidurnya. Aku yang melihat jadi gak tega, lalu kudekati dia dan kuberanikan diri untuk untuk mengelus pundaknya seraya menenangkannya.

“Sudah mbak gak usah malu, lagian cuma kita berdua aja kog yang tahu”

Melihat reaksinya yang hanya diam saja, aku mulai merangkulnya. Kuusap lembut rambutnya dan dia masih saja diam. Aku lalu menyarankan pada dia untuk mandi dulu. Kutuntun tangannya agar berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Karena sudah terlanjur bernafsu, aku lalu memeluk mbak Leni.

Lama aku memeluknya dan dia masih saja tanpa reaksi. Dia cuma terdiam. Buah dadanya yang masih kencang menempel di dadaku. Jantungku jadi berdebar tak menentu. Tanganku perlahan menelusup dari balik kaosnya bagian belakang dan kubarengi dengan ciumanku yang mendarat di bibrnya.

“Hentikan Sal, aku kakak iparmu…” katanya sambil berusaha melepas pelukanku. Namun usahanya sia-sia karena pelukanku sangat erat mendekapnya. Kembali kuciumi bibirnya kali ini tanpa perlawanan.

Bersmabung (lanjutanya besok pagi ya gan dah cape nulisnya hehehehe

Tags: #cerita dewasa #CERITA DEWASA TERBARU #CERITA NGENTOT #CERITA SEX

Tinggalkan pesan "Cerita Dewasa Menggoda Birahi Adik Iparku"

Penulis: 
    author